2

Full-time Programmer

Rasanya gini ya jadi full-time programmer. Ada seru-serunya gitu.
Dulu di kantor lama, aku hanya sebagai part-time programmer, yang kalau tidak sibuk dengan kerjaan utama sebagai admin, maka 'diharapkan' aku bisa membuat dan mengembangkan aplikasi yang sudah ada. Karena kondisi yang tidak kondusif ditambah tidak ada teman sesama programmer, biasanya aku berdalih sedang sibuk agar terbebas dari kegiatan ngoding. Toh, itu memang bukan jobdeskku, jadi aku merasa sah-sah saja melakukannya. Kalau mood-ku sedang bagus, aku baru meluangkan waktu sejenak menjadi programmer. 

Sekarang aku benar-benar menjadi full-time programmer yang pekerjaan utamanya ngoding membuat aplikasi. Dan rasanya seru, apalagi sekarang berada dalam sebuah tim. Masing-masing fokus pada komputer sendiri, berkutat pada kode-kode script yang ada di hadapan kami. 
0

Penangguhan

Tahun Baru 2017

Tak biasanya pukul 00.00 di tanggal 1 Januari aku berada di luar rumah demi ikut merasakan euforia pergantian tahun. Ahh... mungkin Tuhan tahu jika tahun ini aku harus meninggalkan mereka.

Malam itu kami bertiga berada di Sausalito Cafe & Bistro Harapan Indah yang mengadakan acara terbang lampion. Lampion tersebut ditempeli dengan resolusi kita di tahun 2017. 
0

[Review] San gatsu no Lion Zenpen - March Comes in Like a Lion

credit
Film San gatsu no Lion Zenpen ini menceritakan Rei Kiriyama, seorang pemain shogi (catur). Ia tidak punya keluarga, saat kecil kedua orang tua dan adik perempuannya meninggal saat kecelakaan lalu lintas. Semenjak itu, ia ditawari untuk tinggal bersama keluarga Koda (entah saudara atau bukan). Demi bisa tinggal bersama keluarga tersebut, Rei mengaku bahwa dia menyukai shogi, padahal saat itu dia hanya berbohong. Dia tak suka bermain shogi.
0

Misteri Ilahi #2

"Mi, Sabtu kamu bisa ikut ke Jogja? Jenguk kakaknya Pak Tono." kata Mbak Ema.
"Yang kemarin kita jenguk itu kan Mbak?" aku memastikan bahwa beberapa hari yang lalu kami sudah menjenguknya di ruang Paviliun.
"Iya, sekarang dirujuk ke Jogja."
"Oh, Yo ayo kalau mau jenguk ke Jogja!"
"Kok yo ayo?! Aku nggak bisa ikut, masih mual-mual." Mbak Ema sedang hamil muda, kondisinya memang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. "Diah anaknya dua masih kecil-kecil. Nggak bisa ditinggal."
"Lha terus aku cewek e sama siapa?"
"Itu ada Desi. Tapi dia bisa nggak ya?"
"Heee... opo? opo?" tiba-tiba Mbak Desi muncul dari ruang sebelah.
2

Pendaftaran Online?

Kemarin malam di salah satu grup WhatsApp ada yang menshare berita mengenai antrian panjang di loket pendaftaran rumah sakit.
2

Misteri Ilahi

Sekarang aku sedang di bengkel, service rutin Bita, motorku. Berada di bengkel resmi ini mengingatkanku pada kisah lama yang kalau pikir-pikir, "kok bisa ya?" Mungkin inilah yang disebut 'misteri ilahi'.
Bita on bengkel

2

Inspirasi dari Manunggal Fair 2017 Kulon Progo

Hari Kamis (05/10) kemarin aku mengajak ibuku menyaksikan Manunggal Fair 2017 di Lapangan UNY Kampus Wates. Acara ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kulon Progo.
credit
Dengan aku mengajak ibuku, berarti tiga kali sudah ibuku pergi kesana. Pertama menemani Bapak. Kedua menemani murid-muridnya. Dan yang ketiga menemani diriku ini. Maklum aja ya Buk, anakmu ini belum punya teman yang bisa diajak kemana-mana. Lah malah curhat :f 
0

Sekecil Apapun, Yuk Hijrah!

...semoga sahabatku di sana membaca ini dan mau bersama – sama denganku untuk mengubah penampilan menjadi lebih syar’i. Karena sesungguhnya aku sudah melewati masa masa mendewasa bersama kamu. Dan akan sangat menyenangkan jika kita kembali menjalani masa masa ber Hijrah bersama (lagi). 

Untuk sahabatku “Tak perlu merasa ribet pakai gamis saat naik motor. Aku pun merasakannya, duduk dengan gamis di motor, rada susah ya dibandingkan pakai celana. Namun semua itu mungkin karena kita belum terbiasa. Dan itu berarti kita harus membiasakannya. Orang-orang di sana saja bisa, kita juga kan pastinya”

Membaca dua paragraf ini, aku merasa tersentil. Entah itu memang ditujukan untukku atau aku terlalu percaya diri hingga merasa kalimat-kalimat itu memang untukku.

Baca tentang : Yuk Hijrah di Meja Duniaku
0

Norak : Hotel yang Pernah Disinggahi

Norak menurut KBBI memiliki definisi sebagai berikut;

norak/no·rak/ a cak 1 merasa heran atau takjub melihat sesuatu; 2 sangat berlebih-lebihan; kurang serasi (tentang dandanan dan sebagainya); kampungan: pakaianmu -- , pantas saja banyak orang tertawa

Kenapa norak itu diartikan kampungan? atau bisa disebut juga dengan kata ndeso? Ya karena anak kampung/desa sering kali merasa takjub saat melihat sesuatu dan mengekspresikannya dengan sangat berlebihan. Naik mobil, rasanya waaahhhh. Lihat gedung-gedung tinggi, wiiiiiihhhhhh. Makan makanan enak, wooooooh, dan seterusnya. Kenapa bisa begitu? Ya karena di desa memang jarang banget menemukan, melihat, dan merasakan semua fenomena seperti itu. Sehari-hari naik angkot, makan seadanya. Gedung tinggi? Ngapain gedung dibuat tinggi kalau lahan kosong masih banyak? Jadi maklumlah kalau orang-orang desa ini selalu norak.
3

Edelweis

Edelweis
Bunga edelweis dikenal sebagai everlasting folwer atau bunga abadi karena dapat mekar sampai 10 tahun lamanya. Bunga ini hanya dapat ditemukan di tempat dengan ketinggian sekitar 2000 mpdl ke atas. Tentunya untuk dapat melihat dan menyentuh bunga tersebut, kita harus melakukan pendakian yang membutuhkan cukup tenaga dan perbekalan yang memadai.

Ahh, beruntung sekali aku pernah berjumpa dengan bunga Edelweis ini. Dua kali malah! Pertama saat di Tegal Alun Papandayan. Kedua saat di Surya Kencana Gunung Gede. Haha. Norak!
Powered by Blogger.
Back to Top