0

AC

Rasanya 'nyeeeesss' ya kalau cuaca sedang panas di luar kemudian langsung masuk ke ruangan ber-AC, seakan tak ingin keluar lagi. Tapi, adanya AC di ruangan kadang menjadi polemik lho.

Pertama kali aku mendapatkan meja kerja baru, ruangan yang ku tempati tidak ber-AC. Rasanya gerah dan panas. Tapi kami beruntung, ruangan kami terhubung dengan ruang server yang super dingin. Ketika kami kepanasan, kami cukup membuka pintu ruang server dan udara dingin langsung masuk ke ruangan kami.
0

Sama dan Rata

"Baju kok hitam putih, kayak sales (tanpa maksud merendahkan profesi tertentu)." komentar Bapakku pada seragam hari Rabu yang ku kenakan. "Cuma pas di jaman Jokowi aja, soalnya dia kan emang suka pakai baju hitam putih." lanjutnya.

Di Purworejo, setiap hari Rabu semua pegawai (tidak hanya di rumah sakit) diwajibkan mengenakan atasan putih dan bawahan hitam. Sejak kapan, aku kurang tahu. Mungkin memang sejak Jokowi menjadi presiden.

Entah ini hanya perasaanku saja atau memang demikian adanya, aku merasa di era Jokowi ini banyak kebijakan dan aturan yang mengarah pada persamaan dan pemerataan antara satu golongan dengan golongan yang lain, satu daerah dengan daerah yang lain, dan sebagainya.
2

Penerimaan CPNS Tahun 2017, Mau Daftar?

Aku masih ingat dulu seniorku di tempat kerja lama mengajakku untuk ikut tes CPNS yang sedang berlangsung. Aku yang saat itu masih lanjut kuliah S1 menolak ajakan itu. Pikirku, nanti saja kalau sudah lulus S1, aku akan mendaftar. Meski demikian, aku tetap melihat-lihat formasi apa yang sekiranya nanti cocok untukku, S1 Sistem Informasi. Aku pun tertarik dengan posisi Kepala Lab. Komputer sebuah sekolah. Baiklah, aku akan mendaftar ketika aku lulus S1 nanti.

Keinginan tersebut harus aku buang jauh-jauh ketika pemerintahan yang baru menghendaki adanya moratorium.

Baca :  Moratorium PNS

Namun, kebijakan pemerintah tersebut tidak menyurutkan keinginanku untuk pindah kerjaan setelah lulus S1. Aku memasukkan lamaran ke banyak perusahaan dan berakhir di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah dengan seleksi ketat macam tes CPNS, yakni dengan sistem CAT.
0

[Resensi] Bintang - Tere Liye

Sumber : Goodreads
Judul : Bintang
Penulis :
Tere Liye
Penerbit :
Gramedia 
Kota Terbit :
Jakarta
Tahun Terbit :
2017
Harga :
Rp. 79.000 
(http://tbodelisa.blogspot.com/)

Sinopsis Buku:

Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.

Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.

Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…

***
0

Kok Bisa?

Lebaran adalah momen yang tepat untuk saling mengunjungi satu sama lain, silaturahim, dan bermaaf-maafan. Saat itulah kita biasanya akan menanyakan kabar, gimana sekolah, kuliah, dan kerjaan.

Pun demikian denganku. Mendengar kabar bahwa sekarang aku bekerja di RSUD meninggalkan ASTRA, mereka bertanya "Kok Bisa?"

Aku sendiri kurang paham 'kok bisa?' yang mereka maksud seperti apa. Mungkin;
1. Kok bisa dari Bekasi langsung kembali ke daerah asal, Purworejo?
2. Kok bisa dari Astra pindah ke RSUD, yang notabene nggak ada hubungannya sama sekali. 

Jawabannya sederhana (se-Sederhana rumah makan nasi padang), yaitu "kenapa enggak?"
0

Kapan?

Lebaran 1438 H sudah selesai. Jadi... berapa angpao yang sudah kalian terima?

Ups, umurnya udah di atas 20 tahun semua ya?! Pertanyaannya aku ganti:
berapa kali kalian ditanya "kapan"?

Lebaran memang momen yang pas untuk mengeluarkan pertanyaan itu. Setelah lama tak berjumpa, undangan tak kunjung datang, maka saat pertama kali berjumpa, "kapan?"-lah yang menjadi pembuka pembicaraan.
0

Tiga Bulan

Meski sudah 3 bulan berlalu, aku masih sering baper lho saat melewati perlintasan kereta api Jenar. Gimana tidak? Biasanya aku melihat jalan raya di atas kereta, sekarang aku melihat kereta di atas jalan raya. Entah mengapa banyak kenangan yang terlintas seiring jalannya kereta api yang melaju kencang. Ya, walaupun kebanyakan perjalanan seorang diri, tapi itu semua merupakan bagian dari kehidupan seorang Zaitun Hakimiah NS. 

Di sisi lain, saat aku bertemu dengan orang-orang yang ada di tempatku sekarang ini, aku juga masih sering bertanya-tanya, "inikah keluarga baruku?" Rasanya masih aneh berada diantara mereka. Mungkin karena aku masih terbayang-bayang tempat lama, maka selalu merasa menjadi "anak baru" yang masih canggung dengan lingkungan baru. Bukan berarti tempat yang baru ini tidak enak, aku masih dalam tahap adaptasi, masih meraba-raba 'mereka lagi ngomongin sih?', masih bertanya 'itu siapa?'
Powered by Blogger.
Back to Top