0

AC

Rasanya 'nyeeeesss' ya kalau cuaca sedang panas di luar kemudian langsung masuk ke ruangan ber-AC, seakan tak ingin keluar lagi. Tapi, adanya AC di ruangan kadang menjadi polemik lho.

Pertama kali aku mendapatkan meja kerja baru, ruangan yang ku tempati tidak ber-AC. Rasanya gerah dan panas. Tapi kami beruntung, ruangan kami terhubung dengan ruang server yang super dingin. Ketika kami kepanasan, kami cukup membuka pintu ruang server dan udara dingin langsung masuk ke ruangan kami.
0

Sama dan Rata

"Baju kok hitam putih, kayak sales (tanpa maksud merendahkan profesi tertentu)." komentar Bapakku pada seragam hari Rabu yang ku kenakan. "Cuma pas di jaman Jokowi aja, soalnya dia kan emang suka pakai baju hitam putih." lanjutnya.

Di Purworejo, setiap hari Rabu semua pegawai (tidak hanya di rumah sakit) diwajibkan mengenakan atasan putih dan bawahan hitam. Sejak kapan, aku kurang tahu. Mungkin memang sejak Jokowi menjadi presiden.

Entah ini hanya perasaanku saja atau memang demikian adanya, aku merasa di era Jokowi ini banyak kebijakan dan aturan yang mengarah pada persamaan dan pemerataan antara satu golongan dengan golongan yang lain, satu daerah dengan daerah yang lain, dan sebagainya.
2

Penerimaan CPNS Tahun 2017, Mau Daftar?

Aku masih ingat dulu seniorku di tempat kerja lama mengajakku untuk ikut tes CPNS yang sedang berlangsung. Aku yang saat itu masih lanjut kuliah S1 menolak ajakan itu. Pikirku, nanti saja kalau sudah lulus S1, aku akan mendaftar. Meski demikian, aku tetap melihat-lihat formasi apa yang sekiranya nanti cocok untukku, S1 Sistem Informasi. Aku pun tertarik dengan posisi Kepala Lab. Komputer sebuah sekolah. Baiklah, aku akan mendaftar ketika aku lulus S1 nanti.

Keinginan tersebut harus aku buang jauh-jauh ketika pemerintahan yang baru menghendaki adanya moratorium.

Baca :  Moratorium PNS

Namun, kebijakan pemerintah tersebut tidak menyurutkan keinginanku untuk pindah kerjaan setelah lulus S1. Aku memasukkan lamaran ke banyak perusahaan dan berakhir di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah dengan seleksi ketat macam tes CPNS, yakni dengan sistem CAT.
0

[Resensi] Bintang - Tere Liye

Sumber : Goodreads
Judul : Bintang
Penulis :
Tere Liye
Penerbit :
Gramedia 
Kota Terbit :
Jakarta
Tahun Terbit :
2017
Harga :
Rp. 79.000 
(http://tbodelisa.blogspot.com/)

Sinopsis Buku:

Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.

Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.

Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…

***
0

Kok Bisa?

Lebaran adalah momen yang tepat untuk saling mengunjungi satu sama lain, silaturahim, dan bermaaf-maafan. Saat itulah kita biasanya akan menanyakan kabar, gimana sekolah, kuliah, dan kerjaan.

Pun demikian denganku. Mendengar kabar bahwa sekarang aku bekerja di RSUD meninggalkan ASTRA, mereka bertanya "Kok Bisa?"

Aku sendiri kurang paham 'kok bisa?' yang mereka maksud seperti apa. Mungkin;
1. Kok bisa dari Bekasi langsung kembali ke daerah asal, Purworejo?
2. Kok bisa dari Astra pindah ke RSUD, yang notabene nggak ada hubungannya sama sekali. 

Jawabannya sederhana (se-Sederhana rumah makan nasi padang), yaitu "kenapa enggak?"
0

Kapan?

Lebaran 1438 H sudah selesai. Jadi... berapa angpao yang sudah kalian terima?

Ups, umurnya udah di atas 20 tahun semua ya?! Pertanyaannya aku ganti:
berapa kali kalian ditanya "kapan"?

Lebaran memang momen yang pas untuk mengeluarkan pertanyaan itu. Setelah lama tak berjumpa, undangan tak kunjung datang, maka saat pertama kali berjumpa, "kapan?"-lah yang menjadi pembuka pembicaraan.
0

Tiga Bulan

Meski sudah 3 bulan berlalu, aku masih sering baper lho saat melewati perlintasan kereta api Jenar. Gimana tidak? Biasanya aku melihat jalan raya di atas kereta, sekarang aku melihat kereta di atas jalan raya. Entah mengapa banyak kenangan yang terlintas seiring jalannya kereta api yang melaju kencang. Ya, walaupun kebanyakan perjalanan seorang diri, tapi itu semua merupakan bagian dari kehidupan seorang Zaitun Hakimiah NS. 

Di sisi lain, saat aku bertemu dengan orang-orang yang ada di tempatku sekarang ini, aku juga masih sering bertanya-tanya, "inikah keluarga baruku?" Rasanya masih aneh berada diantara mereka. Mungkin karena aku masih terbayang-bayang tempat lama, maka selalu merasa menjadi "anak baru" yang masih canggung dengan lingkungan baru. Bukan berarti tempat yang baru ini tidak enak, aku masih dalam tahap adaptasi, masih meraba-raba 'mereka lagi ngomongin sih?', masih bertanya 'itu siapa?'
0

[Review] Eien no Bokura Sea Side Blue

credit
Tak biasanya film yang dibintangi oleh Yamazaki Kento sepi dibicarakan, seperti film yang berjudul "Eien no Bokura Sea Side Blue" ini. Entah aku yang ketinggalan info atau memang tak banyak orang yang menontonnya. Tapi di film ini, Yamaken memang hanya kebagian peran pendamping dari artis cantik Kasumi Arimura.
2

[Review] Boku wa Ashita, Kinou no Kimi to Date Suru - Tomorrow I Will Date With Yesterday's You

credit
Kyaa~ akhirnya Babang Sota kembali muncul di layar kaca setelah terakhir kali aku menonton film dia yang berjudul Montage dimana episode 2 nya tidak ada yang ngesub. Sedih.

Kali ini dia menjadi pemeran utama di film "Boku wa Ashita, Kinou no Kimi to Date Suru / Tomorrow I Will Date With Yesterday's You / My Tomorrow, Your Yesterday" bersama dengan Nana Komatsu.
0

Selamat Mudik

"Tahun depan ga usah ada acara mudik2 lagi ya"

Demikianlah harapanku tahun lalu dan alhamdulillah dikabulkan Alloh SWT.
Tahun ini puasaku full di rumah bersama kedua orang tuaku. Aku pun tak perlu begadangan berburu tiket jam 00.00 tengah malam dan tak lagi merasakan euforia mudik.
0

Listrik Naik, Ini Solusinya

Akhir-akhir ini sering terdengar keluhan listrik naik. Iya nggak sih? Tidak hanya satu dua, tapi banyak. Di keluargaku pun demikian.

Saat ditinggal Bapak ke Bandung, akulah yang membeli Token listrik. Dalam waktu 40hari, aku sudah dua kali membeli token listrik senilai 100.000,- Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi ibuku,"kok listriknya boros banget ya? Padahal pemakaian juga biasa-biasa aja." Ganti hari aku mendengarkan curhatan temanku yang merasa tagihan listriknya membengkak. Diiring pula status-status di Facebook yang menyuarakan hal yang sama.
0

Keseimbangan Peran

Pernahkah kamu menemukan sebuah keluarga yang selalu diisi dengan pertengkaran? Salah penyebabnya mungkin karena tidak ada keseimbangan peran suami dan istri. Suami selalu menuntut untuk dilayani. Istri, meskipun tugasnya memang melayani suami, pasti dia akan lelah ketika melakukannya sendirian tanpa dukungan dari suami. Istri bukanlah pembantu yang bisa disuruh ini dan itu seenaknya. Apalagi jika melihat suami yang malas-malasan dan duduk santai, makin uring-uringanlah sang istri menjalankan semuanya.

Aku melihat keseimbangan peran suami dan istri pada keluarga Bapak & Ibu kosan di Bekasi. Mereka tak pernah mengeluh mengenai tugas dan kewajiban mereka masing-masing. Pertengkaran mereka terjadi ketika apa yang dikatakan Ibu tak didengarkan dan tak digubris oleh Bapak, itupun karena pendengar Bapak yang sudah mulai berkurang. Selebihnya, mereka baik-baik saja. 
0

Perubahan Selera Musik

Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh dengan selera musik yang ku dengarkan. Awal tahun 2017 aku sedang suka-sukanya mendengarkan lagu dari GReeeeN, apalagi setelah lagu terbaru mereka, "Akatsuki no Kimi ni", muncul full version-nya. 


Seiring berjalannya waktu, aku mulai mendengarkan radio. Dari sana aku suka lagu-lagu Barat yang sering diputar, seperti lagu dari The Chainsmokers, Alan Walker, Ed Sheeran, Phoebe Ryan, dsb. Pokoknya merasa hits banget karena mengikuti lagu kekinian.

Setelah pindah kerja, aku kehilangan channel radio kesukaanku. Aku pun membuka YouTube sebagai pengganti radio. Disana aku menemukan Shawn Mendes dengan lagu-lagunya yang enak didengar. Plus, tampang Shawn yang juga sedap dipandang. Jadilah hari-hariku diisi dengan lagu-lagu macam Imagination, Aftertaste, Never be Alone, dan masih banyak lagu Shawn yang lain. Salah satu yang recommended: There's Nothing Holding me Back.
0

PNS Bandel

Bermain media sosial tak sepenuhnya membuang waktu karena kita juga bisa update informasi dan berita melalui sosial media, salah satunya Instagram.

Baru saja aku menemukan sebuah berita yang diposting oleh akun sorotpurworejo, media informasi untuk wilayah kabupaten Purworejo; Lebaran Menjelang, PNS Mulai Berkeliaran di Pusat Perbelanjaan Saat Jam Kerja.
2

#7DaysKF : Hari 7 - Surat untuk Diriku

Purworejo, 17 Juni 2017

Dear aku yang berumur 60 tahun,
Ya ampun, lihatlah rambutmu yang sudah berubah menjadi putih dan kulitmu yang berkeriput sana sini. Ah, hal seperti itu normal bukan? Kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu. 

Bagaimana kehidupanmu selama ini? Sudahkah kamu bahagia? Seharusnya melihat anak cucumu yang sehat dan terus bersinar sudah bisa jadi alasan untukmu bahagia.

Mungkin sekarang kau sedang mengingat bagaimana dulu di usia ke-25 kamu belum juga menemukan pasangan hidup. Tapi kini kau pasti sadar bahwa segala sesuatunya sudah diatur oleh-Nya, termasuk pertemuanmu dengan suamimu.

Sekarang, tengoklah ke arah suamimu. Dia adalah orang yang terpilih untuk membahagiakanmu. Tak ada alasan untuk berhenti mencintainya. 

Kini diusiamu yang tinggal berapa tahun lagi, sudahkah kamu mempersiapkan kematianmu? Apakah kamu sudah punya bekal yang cukup? Jika belum, maka segeralah perbaiki amal perbuatanmu dan persiapkan dirimu menuju kehidupan yang lebih abadi.

Tertanda,
Dirimu
0

#7DaysKF : Hari 6 - Pasangan Hidup yang Baik

Berikan setidaknya tiga alasan bahwa kamu pantas memiliki pasangan hidup yang baik. 

Siapa sih di dunia ini yang mengharapkan pasangan hidup yang tidak baik? Jadi ya sebenarnya tak ada alasan khusus kenapa kita pantas memiliki pasangan yang baik. Satu-satunya alasan yang tepat karena diri kita juga baik. Pun demikian denganku, aku termasuk orang yang baik;
1. Aku tidak merokok
2. Aku tidak minum minuman keras
3. Aku tidak memakai narkoba

Meski di hari Minggu males mandi, aku masih termasuk orang yang baik bukan? Pantas dong kalau aku mendapatkan pasangan hidup yang baik. Hehehe.
0

#7DaysKF : Hari 5 - Kamu

Jika ada seseorang yang sangat ingin ku temui dalam waktu dekat ini, maka jawabannya adalah kamu. 

Kamu, apa kabar? Semoga dimanapun kamu berada, selalu dalam perlindungan-Nya. 

Ah~ aku penasaran, apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Apakah kau sedang memilin doa agar Tuhan segera mempertemukan kita, sama seperti yang ku lakukan saat ini. Terlalu lama terpisah membuatku sangat ingin sekali bertemu denganmu. 

Aku berharap kau tak tersesat menemukanku. Aku tak pergi kemana. Jangan terlalu lama mencariku karena ku tak sembunyi. Cepatlah kemari, ku tak sabar menanti.
0

#7DaysKF : Hari 4 - Kejadian Memalukan

Aku tipe orang yang bertahan di comfort zone. Aku selalu menghindari hal-hal yang sifatnya memalukan dan menggundang gelak tawa. Mungkin itu sebabnya aku lebih suka di balik layar daripada memainkan peran utama.

Tapi, sebisa mungkin untuk tidak mempermalukan diri di depan umum, ada aja hal-hal yang terjadi di luar kekuasaan kita yang pada akhirnya membuat kita malu sendiri jika mengingatnya.

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2012 / 2013. Saat itu aku sedang pergi ke Carrefour bersama dengan teman sekosan, Intan. 


Sudah sering kali Intan ini memperingatkan dan menasehati agar aku, kalau berjalan kakinya diangkat, karena selama ini aku selalu menyeret kaki, tidak terlalu diangkat. Hasilnya, aku sering hampir jatuh tersandung meskipun didepan tidak ada batu atau sesuatu yang besar menghalangi. 

Meski sudah diperingatkan, tetap saja aku tak bisa mengubah kebiasaanku. Selama ini baru sebatas nyaris terjatuh, belum sampai terjatuh beneran. Hingga hari itu saat di Carrfour.

Kebetulan sandal yang ku pakai memang sudah halus/tipis dan kebetulan pula lantainya baru saja dipel. Aku tak terlalu memperhatikan. Aku berjalan biasa saja hingga tiba-tiba saja aku terpeleset ke belakang. Aku pegangan Intan yang ada disebelahku, namun terlambat. Aku sudah jatuh duluan. Tapi, dibandingkan rasa sakit yang ku terima, malu nya itu lhooo.. Untungnya malam itu tidak terlalu ramai dan tak banyak yang lihat.
2

#7DaysKF : Hari 3 - Kehilangan

Pernahkah kamu merasa kehilangan? Benda kesayangan? Binatang peliharaan? Atau orang yang tercinta?

Jika definisi kehilangan adalah dari yang dulu ada, sekarang tidak ada, maka aku pernah mengalaminya. Aku kehilangan setiap momen yang ku habiskan bersama dengan teman dan kerabat yang ada di Bekasi. Keputusan untuk kembali ke kampung halaman awal April lalu membuatku terpisah dengan mereka semua.

Sebulan pertama rasanya berat. Berat sekali. Semua masih terbayang. Jalanannya, suasananya, senyum orang-orangnya, kebiasaannya. Ah~ sungguh merindukan.
0

Tak Menyesal Ambil Jurusan IT Saat Kuliah

Adek-adek yang baru lulus SMA, pasti mau lanjut kuliah dong?! Mau ambil jurusan apa? Kedokteran? Pendidikan? Pertanian? Kehutanan? Kenapa nggak ambil jurusan IT saja, kayak saya, hehehe

Meski dulu di pertengahan kuliah aku sempat merasa salah jurusan, frustasi dengan materi perkuliahan, lelah dengan segala macam proyek, tapi sekarang aku merasa bangga, feel so blessed, dan sangat bersyukur mengapa dulu aku kuliah ambil jurusan IT. Mengapa? Karena IT dibutuhkan dimana-mana. 

Saat kuliah D3, aku magang di Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra), kampusku sendiri. Disini aku belajar bagaimana IT 'bekerja' di organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Banyak hal yang membutuhkan sentuhan IT, misalnya sistem untuk perpustakaan, pendaftaran mahasiswa, pengelolaan alumni, dan sebagainya. Aku pun dikenalkan dengan istilah host to host dimana nantinya pihak kampus akan bekerja sama dengan Bank Permata untuk pembayaran uang pendaftaran mahasiswa baru. 
0

#7DaysKF : Hari 2 - Binatang Peliharaan

Aku bukan orang yang suka memelihara binatang. Jadi, meski diberi kesempatan bebas memelihara seluruh binatang yang ada di dunia ini, rasanya susah meski hanya disuruh memilih 5 binatang yang ingin dipelihara di rumah.

Akan tetapi, terlepas dari bagaimana nanti meliharanya, apa makanannya, kebersihan kandangnya, dan segala urusan lainnya, maka berikut lima binatang yang ingin ku pelihara.

1. Ikan Hias
Memandang ikan, apalagi saat galau, rasanya begitu menenangkan. Selain itu, ikan adalah hewan yang tak pernah mengeluh. Sesakit apapun dia, dia tak akan merintih, merengek, ataupun menangis. Rasanya begitu damai saat melihat ikan yang berenang kesana kemari.
0

#7DaysKF : Hari 1 - Perkenalan

Namaku Zaitun Hakimiah NS. Banyak orang salah mengeja namaku menjadi Zaitun Hakimah, tanpa I. Oleh karena itu, banyak yang bingung ketika aku menyebut MIA sebagai nama panggilanku. MIA? Kok bisa? Diambil dari mana? Aku tak suka dipanggil Atun karena memang bukan itu namaku. Jika nama panggilan diharuskan dari nama depan, maka sebaiknya panggil aku Zai atau Itun, bukan Atun.

Aku tinggal di Purworejo selama 18 tahun, di Jakarta Utara 3 tahun, di Bekasi 3 tahun, dan sekarang berdomisili di kota kelahiran, Purworejo.

Aku suka pergi ke tempat baru, di kota-kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Setidaknya aku pernah menjejakkan kaki di salah satu kota di semua provinsi yang ada di Pulau Jawa;
0

Belajar Web Service Aplikasi E-Klaim INA-CBG

Sudah pernah periksa menggunakan BPJS? 
Apakah kita benar-benar gratis jika menggunakan BPJS?
Lantas apakah rumah sakit mendapatkan penghasilan jika pasien tidak membayar?
Bagaimana rumah sakit melakukan klaim pembayaran pasien ke BPJS?

Ah~ meski aku bekerja di rumah sakit, tak lantas membuatku mengerti banyak hal tentang semua prosedur yang ada di rumah sakit. Sebagian aku hanya tahu garis besarnya, sebagian lagi aku belum tahu. Seperti halnya proses klaim pembayaran pasien ke BPJS ini, aku tak terlalu paham. Setahuku, pemerintah menyediakan Aplikasi E-Klaim INA-CBG agar rumah sakit bisa melakukan klaim untuk pembayaran pasien-pasien yang ikut dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikeluarkan oleh BPJS. Teknisnya seperti apa, aku tak tahu.

Nah, saat ini, rumah sakit tempatku bekerja, sudah menggunakan aplikasi E-Klaim tersebut. Namun, aplikasi tersebut belum terintegrasi dengan SIMRS karena sampai sekarang SIMRS memang masih dalam tahap pengembangan. SIMRS yang digunakan sekarang ini tidak memungkinkan untuk dilakukan integrasi dengan aplikasi E-Klaim.
3

Ramadhan Tahun Ini

Ramadhan tahun ini terasa sangat spesial bagiku karena sebulan penuh aku bisa menjalankan ibadah puasa bersama kedua orang tuaku, setelah enam tahun lamanya aku berpuasa di perantauan, jauh dari keluarga. Tentu ada perbedaan diantara keduanya. Enak mana? Masing-masing punya cerita tersendiri.

Awal puasa di rumah, aku merindukan puasa di perantauan. RINDU! Teramat rindu!

Sebelumnya, aku tinggal di Bekasi. Berkat seorang teman, aku menemukan sebuah keluarga yang menyewakan satu kamar kosong di rumahnya. Ya, aku tinggal disana, bersama keluarga itu, keluarga Bapak Ngadio. Karena kebaikan hati mereka, aku sudah dianggap seperti anak mereka sendiri. Perlakuan mereka kepadaku sama seperti mereka memperlakukan kelima anak mereka. Hal tersebut membuatku betah. Tak terasa tiga tahun sudah aku tinggal bersama mereka. Segala sesuatu yang terjadi disana membentuk suatu kenangan, termasuk apa yang ku makan dan apa yang ku lakukan saat Ramadhan tiba.
4

Tak Sekedar Programmer

Direkrut sebagai Programmer Web tak membuatku berkutat hanya pada kodingan dan script untuk membangun sebuah aplikasi web. Namun, karena aku bagian dari Instalasi PDE, maka aku juga ditekankan untuk bisa mengatasi segala permasalahan mengenai komputer, entah itu masalah pada hardware, jaringan, internet, dan lain sebagainya. Kalaupun tidak bisa memberikan solusi, minimal memberikan analisa yang bisa disampaikan ke orang yang nantinya bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Awal aku disini, aku selalu diajak menemui user yang menelpon meminta bantuan. Mas Rudi, Mbak Desi, Mas Andi, semua pernah mengajakku. Mulai dari masalah yang remeh seperti monitor tidak nyala karena kabelnya kurang 'nyolok', printer yang tidak bisa di-sharing karena kabel LAN nya tidak terpasang, hingga masalah yang cukup serius ketika kabel LAN putus digigit tikus, dan sebagainya.
4

[Review] Oboreru Knife - Drowning Love

cover
Melihat Nana Komatsu dan Masaki Suda di cover film berjudul Oboreru Knife, membuatku tertarik untuk menontonnya. Sayangnya, aku gagal paham dengan keseluruhan ceritanya. T.T
0

Dua Bulan yang Lalu

Waktu berjalan dengan cepat ya. Tak ku sangka sudah dua bulan sejak aku meninggalkan kota itu. Untuk pertama kalinya kepulanganku ke kampung halaman diantar* oleh seseorang, bahkan beberapa orang. Biasanya aku pulang sendiri, tak ada orang yang membuatku harus berbalik badan, melambaikan tangan untuk sekedar berkata,"daa-daa".

Berbeda dengan malam itu, seseorang tiba-tiba ingin menemuiku di hari terakhirku di kota itu. Sebut saja dia Arif. Padahal kalau dipikir-pikir, kami jarang ngobrol dan bertemu. Bahkan beberapa bulan sebelumnya, aku sempat bete karena sikapnya. Tetapi malam itu, dia berniat mencariku. Aku pun langsung mengiyakan tanpa mencegah, mengingat sifatnya yang sesuka hati dan kadang tidak bisa dipegang kata-katanya. Aku pun tak yakin dia benar akan datang, semacam basa-basi yang biasanya kita dengar.
0

Daily Talk

#Hari pertama puasa di kantor
Seperti biasa, Mr. B menyetel musik untuk menghidupkan suasana. Dibukalah YouTube dan terdengarlah lagu dari Geisha (kalau tidak salah). Tetiba ada yang komentar;
Mr. A : Ramadhan gini mbok nyetelnya qasidahan. Jangan lagu kayak gitu.
Mr. B : Yo nggak pa pa lah, buat rame-rame aja. Yowis sini tak cari qasidahan.
Tiba-tiba terdengar dari komputer Mr. B suara musik qasidahan rasa dangdut dengan lirik pertamanya.
"Aduh senangnya pengantin baru, duduk bersanding bersenda gurau"
ALL : Hahahaha (tertawa)
Mr. B : Katanya minta lagu qasidahan.
Mrs. C : Lha kamu nyarinya qasidahan pernikahan.
Mr. A : (mesam-mesem) mungkin dalam hati, kapan bisa jadi pengantin baru
2

Saat yang Tepat

Hari ini aku ikut menjenguk orang yang sakit, salah satu karyawan rumah sakit. Kemarin dia baru saja melakukan kuret. Aku tak tahu persis kenapa, entah itu karena bayinya tak berkembang, virus, kista, aku tak tahu. Yang ku tahu, ini bukan pertama kali baginya. Ini kuret yang ketiga.  (((KETIGA)))

Kuret adalah istilah populer yang dikenal masyarakat. Sedangkan dalam istilah medis, kepanjangan kuret adalah Dilatasi dan Kuretase (D&C), yaitu prosedur bedah pembukaan serviks (dilatasi) dan pemotongan jaringan yang berada di sekitar rahim (kuretase) untuk menangani penyakit pada sistem reproduksi wanita.
Sumber : https://www.docdoc.com/id/info/procedure/dilation-and-curettage
0

[Review] Death Note: Light Up The New World

Hai para pecinta Death Note dimanapun kalian berada. Sudah nonton film Death Note terbaru yang berjudul Death Note: Light Up The New World ? Wih, tak ada henti-hentinya ya Death Note kembali diceritakan dalam bentuk movie setelah sebelumnya di tahun 2015 sudah pernah dibuatkan dramanya.

Eits, tapi tenang, film Death Note: Light Up The New World yang rilis di tahun 2016 ini bukan remake dari versi sebelumnya. Jadi ceritanya benar-benar fresh from the oven, kita tak bisa menebak apa yang akan terjadi. Tak ada lagi Watari, Raye Penber, dan tokoh lainnya. 
Death Note: Light Up The New World ini merupakan kelanjutan kisah dari dua film Death Note yang tayang pada tahun 2006;
1) Death Note
2) Death Note: The Last Name
dengan pemeran utama Tatsuya Fujiwara sebagai Light Yagami / Kira dan Kenichi Matsuyama sebagai L.
0

Yuk Beli Aksesoris Handphone di www.duahari.com

Enak ya hidup di jaman sekarang ini, semuanya serba praktis. Hanya bermodal koneksi internet, kita bisa melakukan apa saja. Mengikuti berita terkini, pesan tiket pesawat/kereta api, pesan kamar hotel, beli pulsa, bayar token listrik, semuanya bisa kita lakukan secara online. Cukup satu gadget, banyak hal yang bisa kita kerjakan tanpa harus berpindah tempat.

Gadget sudah punya. Aksesorisnya sudah punya belum? Kalau belum, yuk belanja di www.duahari.com, online shop yang menjual berbagai macam aksesoris handphone dan tablet untuk semua merk.

Kenapa sih harus di www.duahari.com ?

Duahari
0

Rendah Diri

Sering kali aku mencoba untuk bersikap rendah diri. Tapi apa daya, aku memang bukan siapa-siapa. Tak ada yang menginginkan kecuali orang tuaku. Tak ada yang peduli padaku. Aku seperti tak diharapkan. Kehadiranku hanya dianggap sebagai angin lalu. Ada tidaknya aku tak terlalu berpengaruh. Aku membenci diriku sendiri.

Akan tetapi, ketika memikirkan itu semua, rasanya aku begitu kufur atas apa yang sudah diberikan Tuhan untukku. Aku seakan menutup mata atas apa yang ada di sekelilingku. Padahal aku dikelilingi oleh orang-orang padaku dan aku sadar akan hal itu ketika aku sudah meninggalkan mereka.
0

Host to Host

Purworejo, 22 Mei 2017

Apel hari ini begitu terngiang-ngiang di kepalaku. Amanah yang disampaikan oleh Pak Direktur (baca : Pak Dir) menusuk pikiran dan mendebarkan dada. Biasanya saat apel tiba, pesan yang disampaikan tak jauh-jauh dari rumah sakit; infeksi, cuci tangan, IGD, sampah flabot, linen, dan sebagainya. Kali ini, Pak Dir sebagai pimpinan apel menyebut kata PDE dalam amanahnya. Wih, tumben IT nya rumah sakit kena senggol. Hehe.

Berawal dari persiapan menyambut bulan Ramadhan, kita harus tetap memberikan pelayanan yang maksimal. Kita juga harus terus memperbaiki diri, jangan sampai kalah dengan rumah sakit di kota-kota lain. Beliau pun menyebutkan bahwa rumah sakit ini sedang berkembang, khususnya dalam keterbukaan informasi, karena berkaitan pula dengan rencana Purworejo sebagai smart city, dimana seluruh data dan informasi dari instansi pemerintah akan disampaikan secara terbuka untuk publik. Nantinya ketersediaan kamar di rumah sakit pun akan ditampilkan. Masih banyak lagi yang bisa dikembangkan. 

Dan untuk sekarang ini, Pak Dir meminta bagian keuangan dan PDE untuk segera mengintegrasikan pembayaran rumah sakit ke Bank Jateng menggunakan sistem host to host. 
0

[Review] Shigatsu wa Kimi no Uso - Your Lie in April

Beberapa waktu yang lalu dunia animasi sempat heboh dengan adanya anime berjudul "Shigatsu Kimi no Uso" yang berakhir menyedihkan dan menguras air mata. Semakin heboh ketika tahu bahwa anime itu akan segera dibuatkan Live Action dengan pemeran utama Yamazaki Kento dan Suzu Hirose. Penyuka film/drama Jepang siapa yang tak tahu mereka, aktor dan aktris muda dari Jepang yang terkenal karena wajahnya yang enak dilihat, pun memiliki kemampuan akting yang tak perlu diragukan. 
Cover
0

Dijodohkan

Konsekuensi menjadi single adalah siap untuk dijodoh-jodohkan dengan mereka yang single pula. Entah itu hanya untuk bahan bercandaan atau memang berniat untuk menjodohkannya. 

Bagaimana denganku? Sejak kuliah, kerja, hingga sekarang di kerjaan baru, aku pun dijadikan sasaran empuk untuk dijodoh-jodohkan. 

Huft. Belum genap dua bulan, kok ya sudah kena. Tapi waktu itu ada rasa geli yang kalau ku ingat rasanya membuatku ingin tertawa.

Kami guyon seperti biasa, hingga akhirnya momen jodoh-jodohan datang. "Itu sama Mia aja."

Dan tiba-tiba ada yang komentar,"Weh, jangan dulu, SIMRS harus launching tahun ini."
0

Cara Membuat Donat Kentang

Tinggal di rumah sendiri membuatku merasa bebas untuk menggunakan dapur. Dan berhubung aku sedang bersemangat untuk belajar memasak, jadilah aku mencoba beberapa kreasi masakan yang resepnya ku peroleh dari aplikasi Cookpad.

Salah satu resep yang ku coba adalah resep Donat kentang simple dari dyanrizkie. Setelah dicoba, hasilnya Enak bangeeettsss...

Yuk, yang mau nyobain resepnya, ini diaa... (resep sudah disesuaikan dengan yang ku praktekkan ya)


0

Tentang Profesi

Aku tidak suka ketika seseorang memandang rendah suatu profesi hanya karena profesi itu tidak terlihat baik di matanya. Bukan soal gaji, tapi lebih kepada kesan buruk yang melekat pada profesi tersebut. Pernahkah dengar orang yang bertanya, "Ngapain sih pengen jadi profesi A? Profesi A kan bla... bla... bla..."

Sebagai contoh, "Kenapa pengen jadi PNS? Kerjaannya kelayapan doang, suka mangkir dari kerjaan, tapi tetap digaji.
pns udah di gaji banyak.. bisa banyak tidur.. bisa banyak libur.. bisa bareng keluarga.. tapi kok banyak ngeluh.. mana kerjaan gak beres.
Orang yang bekerja di instansi milik pemerintahan itu PNS ya. Jadi, guru, tenaga medis seperti bidan, perawat, dan sebagainya bisa disebut PNS juga lho. 
2

Penghubung

... jika jarak memisahkan yang berarti lama-kelamaan bisa juga mengurangi komunikasi walaupun dalam hati kami tidak terpisahkan ...
Mataku berkaca-kaca ketika membaca salah satu tulisan temanku, si Zuu, tentang Online Shop Ontita yang menurut dia, itu adalah media bagi kami untuk saling berkomunikasi.

Oleh karena itu, dengan adanya Ontita aku berharap komunikasi diantara kami akan tetap terjalin. Seengaknya jika sudah tidak ada topik yang ingin kami bahas, Ontita membuat kami saling menghubungi ketika ada pembeli menanyakan baju.
0

Coding Rekam Medis

Beberapa waktu yang lalu aku diajak keliling rumah sakit untuk mengetahui alur kerja yang berjalan disini. Mulai dari pendaftaran, poli, farmasi, hemodialisa, dan yang terakhir, bagian rekam medis. Meski masih berbayang, sudah ada gambaran dalam benakku bagaimana sistem berjalan di rumah sakit ini.

Akan tetapi, saat di rekam medis, aku merasa sedikit kebingungan. 

"Sekarang ini yang ngoding ada dua orang, jadinya kadang beda." kata salah satu staff rekam medis.

Sebentar. Sebentar. "Ngoding? Itu kan kerjaannya orang IT." batinku. "Ngoding versi mereka seperti apa?"
2

Berseragam Keki

Setelah dua kali berturut-turut libur, akhirnya hari Senin datang kembali. Sejujurnya aku begitu menantikannya karena aku akan mengenakan seragam baruku yang selesai dijahit dua minggu yang lalu. Saking senangnya, aku pun berfoto-foto dan mengirimkannya ke ketiga orang sahabatku.
seragam baru
Yups, seragam keki!
2

Kehidupan Baru

Ketika kita memulai suatu kehidupan baru, tentunya kita memiliki angan-angan bagaimana kita akan menata kehidupan kita dengan susunan yang lebih baik. Pun demikian pula denganku.

Beberapa waktu yang lalu, aku memantapkan hati untuk Konsisten Ngeblog dengan Sistem "Daily Theme Schedule". Aku pikir, setelah aku pindah, aku bisa menjalankannya secara rutin karena sekarang ini aku punya lebih banyak waktu luang. 

Setiap hari aku pulang kerja, tiba di rumah pukul 14.30 WIB, kalau hari Jumat lebih awal lagi, pukul 12.00 WIB. Seharusnya di malam hari aku punya banyak waktu dengan pikiran yang lebih fresh untuk menulis dan mengupdate postingan di blog ini. Namun, ada rasa enggan --mungkin semacam rasa malas-- untuk sekedar membuka laptop.
0

Kerennya Tim IPDE

Hari ini, 29 April 2017 adalah hari terakhir kerja di bulan ini. Itu artinya aku sudah sebulan kerja disini, di sebuah rumah sakit umum daerah. Adaptasi kerjaan tidak serumit saat pertama kali kerja dulu. Namun, adaptasi dengan orang-orang masih sama. SUSAH, apalagi untuk tipe orang yang cuek sepertiku. Meski diniatkan ingin mengubah diri menjadi sosok yang lebih supel, nyatanya sesuatu yang disebut "karakter" itu tak gampang untuk diubah. Tapi ya, semua butuh proses, begitu pikirku. Nantinya akan ada waktu dimana aku akan dekat dengan mereka-mereka.

Berbicara masalah pekerjaan, aku menyadari bahwa mereka yang ada di IPDE adalah orang-orang yang tangguh, kuat, dan keren, baik laki-laki maupun perempuannya karena hari ini aku menyaksikan sendiri bagaimana mereka bekerja di luar ruangan.

Jadi ceritanya, RSUD Purworejo ini akan melakukan renovasi atap lantai dua gedung perkantoran. Untuk itu, bagian administrasi, keuangan, kesekretariatan, dan semua bagian yang berada di lantai dua akan dipindahkan untuk sementara waktu. Lantas apa hubungannya dengan IPDE?
0

Cerita di Balik Sebuah Cerita

Percayakah kamu kalau rejeki, jodoh, maut, dan jalan cerita kehidupan kita sudah ada yang mengatur? Aku sih sangat percaya sekali. Apalagi dengan kejadian yang belum lama ku alami ini.

Sudah baca postinganku tentang SIMRS GOS kan? Jadi, issue untuk penggunakan SIMRS itu sudah dari tahun lalu. Saat itu, baru ada satu orang yang bertanggung jawab untuk mengerjakan aplikasi tersebut. Sebut saja dia Pak Rudi.

Merasa kewalahan, dia mengajukan agar dilakukan perekrutan karyawan untuk membantunya. Setelah diadakan seleksi, didapatlah satu orang yang dirasa kompeten untuk mengisi posisi tersebut. Panggil saja di Mas Andi.
6

Tentang SIMRS GOS

Direkrut untuk mengisi formasi "Programmer Web" membuatku kembali berkutat dengan skrip pemrograman dan database. Kali ini aku mengerjakan aplikasi SIMRS GOS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Generic Open Source), sebuah sistem informasi terintegrasi yang disiapkan oleh Ditjen BUK (Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan) Kemenkes RI.

Sebagai informasi, SIMRS GOS ini;
  1. Gratis bagi RS baik Pemerintah maupun Swasta
  2. Dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL
  3. Open Source, sehingga mudah untuk di modifikasi.
0

Keputusan yang Tepat

Jika kita melihat kalender tahun 2017, maka akan kita dapati tanggal merah dimana-mana, terutama di hari Senin, Kamis, dan Jumat. Pas banget untuk kita yang suka traveling. Banyak long weekend dan untuk libur hari Kamis, kita bisa mengajukan cuti di hari Jumat untuk dapat bisa menikmati libur 4 hari.

Itu dulu sebelum aku pindah. Karena sekarang aku 6 hari kerja, maka libur di hari Kamis atau Jumat jadi tidak berasa apa-apa. Menyesal? Jelas tidak. Aku justru merasa bersyukur karena aku sudah pindah.

Bulan Agustus tahun lalu aku pernah menuliskan catatan ini; Kapan resign dari IAMI ?
Catatan bulan Agustus 2016

Istilah-Istilah di Rumah Sakit

Memulai sebuah pekerjaan baru memaksa kita untuk beradaptasi. Orang-orang baru, lingkungan baru, kebiasaan-kebiasaan setempat, aku harus segera menyesuaikan. Soal pekerjaan pun aku harus segera belajar.

Tiga tahun yang lalu, ketika lulus kuliah, aku bekerja di bisnis penjualan sparepart. Aku belajar bagaimana barang itu datang, disimpan, dijual, dan dikirim. Ada banyak istilah-istilah baru yang tak ku mengerti, apalagi nama-nama sparepart yang jumlahnya puluhan ribu.

Sekarang ini, aku bekerja di rumah sakit. Aku pun kembali dihadapkan dengan istilah-istilah baru yang masih masing di telingaku.
0

Gagal Move On

Dua puluh hari sudah aku berada di kota ini. Meski dengan suasana baru, sejujurnya aku masih belum bisa move on dari hari-hariku sebelumnya di kota yang jauh disana itu.

***
Tiap pagi sebelum berangkat kerja, segelas teh hangat sudah tersedia di atas meja makan. Suasana dari gang menuju kantor, jalanannya, pedagang kanan kiri jalan, aku masih mengingatnya. Memasuki area kantor, ku sapa para Pak Satpam yang berjaga. Terkadang ku cek juga, apakah ada Mbak Pudji yang sedang menunggu tumpangan. 

Menuju kantor Sparepart, ku bunyikan klakson ke Pak Satpam, tanda menyapa. Ku sapa pula Bapak-bapak berseragam hijau yang bertugas menjaga kebersihan. Kemarin aku belum sempat berpamitan dengannya karena memang hanya di pagi hari aku bisa bertemu dengannya.

Sampai di Sparepart, aku berhenti depan lobi untuk absen, dan kemudian menuju parkiran. 
0

Sahabat Sparepart

Sudah menjadi kebiasaan kami, Divisi Sparepart, untuk melakukan morning talk setiap hari Selasa hingga Jumat. Aktivitas tersebut kami gunakan untuk sharing kegiatan/hal yang perlu dibahas dan diketahui oleh semua orang. Dan pada tanggal 31 Maret 2017, ku gunakan momen tersebut untuk berpamitan.

Awalnya aku ingin menyebutkan nama mereka satu persatu, berucap terima kasih secara personal, one by one. Sayangnya, semua itu tak terucap. Aku hanya mengucapkan terima kasih dan minta maaf pada semuanya.

Setelah selesai mengucapkan kata perpisahan, justru satu per satu dari mereka yang menyampaikan perasaan mereka kepadaku. Dimulai dari Mas Ade dan yang lainnya. Awalnya aku masih bisa senyum-senyum, ketawa, sambil mengucapkan terima kasih kembali.
0

Dikira Menikah

Keputusanku untuk kembali ke kampung halaman menimbulkan SATU PERTANYAAN sama dari semua orang. "Kamu mau nikah ya?"

"Iya pasti. Cowokmu orang sana, terus kamu disuruh pulang."
Nggak cuma satu orang lho, tapi hampir semua. Teman kerja, kepala departemen, HRD, dan bahkan teman-teman dekatku di Baperjo, ikut menanyakan juga. Duh!
Kalau kenyataannya memang seperti itu sih aku seneng banget. Tapi kalau aku pindah karena menikah, pasti aku akan resign setelah menikah. Kan lumayan dapat "uang sumbangan" dari perusahaan. Ehh? Iya ga sih? 
Pada akhirnya, saat hari terakhir sebelum pindah, aku pun hanya mengiyakan ketika mereka berkata,"Undangannya ditunggu ya. Kalau nikah kabar-kabari lho." *ketawa sambil nangis*
Terkadang bingung sendiri harus jawab gimana saat orang-orang bertanya,"Calonnya orang mana?" Aku pun membiarkan mereka berspekulasi sendiri. "Orang Semarang ya? Apa Ambarawa?"
Halah. Halah. Suka-suka mereka wis. *ketawa sambil nangis (lagi)*
Sekarang ini aku hanya berharap, semoga apa yang orang-orang katakan, segera jadi kenyataan :D
2

Beberapa Hal yang (Mungkin) Perlu Diketahui Sebelum Pindah ke Jakarta

Pernah nggak sih ketika kamu pergi atau pindah ke daerah lain, kamu merasakan adanya perbedaan untuk hal-hal tertentu yang sifatnya default. Maksudnya apa sih? Jadi default yang ku maksud disini adalah sesuatu yang jika kita tidak menyatakan permintaan khusus, maka akan dilayani dengan kondisi standar. Nah, kondisi standar inilah yang masing-masing daerah bisa berbeda.

Sama halnya ketika aku awal pindah ke Jakarta. Beberapa perbedaan default yang kurasakan adalah sebagai berikut.

1. Es Teh
Di Purworejo, saat kita menyebutkan es teh, maka kita akan diberikan es teh manis. Tapi kalau di Jakarta, kita hanya akan disuguhkan segelas es teh tawar.

2. Soto
Kalau di Jawa, khususnya di Purworejo, soto itu dihidangkan secara campur (nasi + soto dicampur ke dalam satu piring). Di Jakarta, soto akan dihidangkan secara terpisah, nasi sendiri, soto sendiri.
Selain itu, soto di Jawa tidak memakai emping dan telur rebus. Tapi, di Jakarta, soto dilengkapi dengan dua bahan makanan tersebut.
2

Single Tak Bisa Pakai Cincin

Menjelang akhir tahun 2016, sebelum berangkat haji, ibuku menjanjikan akan membawakan oleh-oleh khusus kepada kami, anak-anaknya, berupa gelang atau cincin emas. Sayangnya, harga emas di Arab sana tidak masuk akal. Akhirnya diputuskan untuk beli emas di Indonesia saja.

Sepulang haji, masing-masing anak ibu diajak ke tukang emas, salah satunya aku. Saat aku pulang kampung, ibuku mengajak ke kota untuk membeli cincin / gelang sesuai keinginanku.

Awalnya aku menginginkan sebuah gelang. Hanya saja, gelang kalau jumlah gram nya kecil, bentuknya hanya seperti tali. Lebih lagi kalau pakai gelang emas kok keliatan 'wow' banget. Dan karena pemikiran itu, akhirnya aku memutuskan untuk pilih cincin saja.
0

Pindah

Bulan Maret lalu menjadi bulan yang menggembirakan sekaligus menyedihkan. Salah satu resolusiku di tahun 2017 ini sudah terwujud; Mendapat Pekerjaan Baru. Dan tak tanggung-tanggung, pekerjaan baruku ini ada di kota kelahiranku, Purworejo. 

Sejujurnya aku ingin bekerja di Yogyakarta karena letaknya yang strategis. Suasana kota dan hanya butuh waktu 1,5 jam untuk tiba ke rumah orang tua. 

Sedari bulan Oktober aku sudah mulai mencari lowongan kerja. Awalnya aku membatasi pencarian hanya di kota Yogyakarta. Ada beberapa yang mengundangku untuk mengikuti seleksi. Dari sekian undangan, hanya dua tempat yang ku datangi. Tapi keduanya belum berjodoh denganku. Lama tak ada panggilan lagi akhirnya aku melebarkan batas pencarian ke kota-kota besar di Jawa Tengah seperti Semarang dan Solo. Tak ada panggilan seleksi. Pada akhirnya aku pun mulai mencari di area Jakarta - Bekasi, dengan catatan gaji lebih besar dari yang ku terima saat ini. 

Kenapa sih niat banget pengen pindah kerja? Mungkin salah satu alasannya ada disini.
2

Be Strong Single

Menjadi seorang single itu butuh mental yang kuat, apalagi jika berada di lingkungan yang kebanyakan sudah berkeluarga. Sehari-hari hanya bisa dengar tumbuh kembang sang anak. Ketika merasa suntuk dan ingin hang out tak ada yang bisa diajak karena semuanya memikirkan anak dan keluarga mereka masing-masing. Hmm, baiklah.

Aku mulai kerja di usia 21 tahun. Di tempat kerja aku mendapat seorang teman baik yang usianya 6 bulan lebih tua dariku. Dia sudah menikah. Satu tahun kami berteman, dia melahirkan anak pertamanya di usia 23 tahun. Saat dia sudah memasuki kehidupan baru sebagai ibu, aku justru tengah asyik menikmati hidup dengan jalan-jalan keluar kota. Kini, saat usia temanku belum genap 26 tahun, dia akan memiliki anak keduanya. Sedangkan aku, masih gini-gini aja, belum ada perubahan. 
2

#SingleStory Dimulai!

Bulan April 2017 akan segera datang. Selamat berumur seperempat abad untuk diriku.
(((SEPEREMPAT ABAD)))

Terus, kapan nikah?
Ah, itu pertanyaan paling mainstream. Nggak ada pertanyaan lebih sulit kah?

***

Akhir tahun lalu, saat pendakian Gunung Gede, aku tergabung dalam satu rombongan yang kebanyakan dari mereka usianya lebih muda dariku. Tak pelak, percakapan soal ‘kapan nikah’ pun tak bisa dihindari.
“Kok cuma berdua aja kak?” mereka bertanya pada aku dan Anggun, partner in climbing.
“Temen-temennya udah pada nikah ya?” timpal yang lain.
“Iya, udah punya anak malahan.” Kata Anggun.
“Terus kenapa kalian masih naik gunung? Kapan naik pelaminan?”
2

Sholat Saat Berkendara

Buat kamu yang suka pergi jalan-jalan ke luar kota pakai kereta atau bis, pernah nggak sih kalian memperhatikan orang-orang di sekeliling kalian menjalankan ibadah sholat subuh saat waktunya tiba?

Bukannya aku berburuk sangka, tapi dari sekian banyak orang yang terlihat, hanya segelintir orang yang menjalankannya. Mungkin aku tertidur saat mereka sholat, atau mungkin mereka sedang haid (bagi wanita), atau mungkin memang mereka tidak menjalankannya karena non muslim. Semoga saja demikian. Karena rasanya sedih kalau lihat sesama muslim tidak menjalankan kewajibannya dengan benar dan aku tidak punya keberanian untuk mengingatkan.
0

Pemain Drama Jepang Tak Kusukai

Wahai para pecinta drama, pernah nggak sih kalian nggak mau nonton drama gegara nggak suka sama pemainnya? Dan apa sih yang membuat kalian nggak suka aktor/aktris tersebut?

Aku sendiri punya daftar pemain drama Jepang yang tak sukai dan biasanya aku tak akan menonton drama terbaru mereka (kecuali dramanya memang hits dimana-mana). Dan alasanku tidak menyukai para pemain itu bukan karena aktingnya kurang bagus atau mereka kurang tampan/cantik, tapi lebih karena karakter yang mereka mainkan. Ya bukan salah mereka sih ya dapat peran seperti itu. Tapi bawaannya jadi kesal kalau lihat mereka. Hahaha.
0

Cara Menambahkan Lagu/Songbook ke Smule

Sekarang ini siapa sih yang tak tahu Smule, aplikasi untuk karaokean secara online, sangat cocok untuk kita-kita yang suka menyanyi. Tapi, pernah nggak sih, saat kita ingin menyanyikan sebuah lagu, ternyata lagu tersebut tidak ada. Aku sih sering.

Terus gimana dong? 
Daripada nunggu orang lain memasukkan lagu kesukaan kita ke Songbook Smule, kenapa nggak kita sendiri aja.

Caranya gampang kok. Yuk ikuti langkah-langkah berikut.
1. Buka www.smule.com di desktop (PC/Laptop), jangan lewat HP yaa
2. Login dan masuk ke Profile
3. Klik tombol Upload yang ada di sebelah kiri tanda lonceng Notifikasi
Tekan tombol Upload
4

Konsisten Ngeblog dengan Sistem "Daily Theme Schedule"

Segala sesuatunya harus diawali dengan niat. Tapi niat yang kuat tanpa diikuti usaha takkan ada hasilnya. Misalnya saja aku yang di awal tahun membuat resolusi;
- blogwalking minimal dengan meninggalkan 1 komentar per hari
- update blog minimal seminggu sekali

Niatnya sudah bagus ya. Diawal-awal komitmen juga sudah terlaksanakan dengan baik. Sayangnya lama kelamaan menjadi tidak konsisten, males-malesan, dan tidak mau berusaha untuk mengejar ketinggalan. Hmm.. kenapa bisa demikian ya? Maybe it will be bored when doing routinity

Baiklah, sepertinya butuh kreativitas dan inovasi agar kita bisa terus konsisten dalam hal-hal yang positif termasuk urusan update blog.
0

[Review] Nigeru wa Haji da ga Yaku ni Tatsu - We Married as Job

Ah, rasanya sudah lama aku tidak menonton drama Jepang, mungkin karena web tempat biasa aku download, ainodorama.web.id, berjalan begitu lambat, jarang update. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebabnnya;
  1. Subtitle Inggris nya memang belum ada
  2. Translatornya sedang sibuk
Meski demikian, aku tetap setia menanti update drama di web tersebut karena sudah bisa dipastikan drama yang didownload ada subtitle bahasa Indonesianya. Jika asal download di tempat lain, pastikan sudah ada subtitlenya atau tidak. Yang biasa terjadi, lihat cover dramanya bagus, sinopsisnya oke, pemainnya keren-keren, setelah didownload videonya, ternyata belum ada yang nge-sub sama sekali. 
0

Contoh Soal TKB (Tes Kompetensi Bidang)

Lolos dari TKD, kita akan lanjut ke TKB (Tes Kompetensi Bidang). Sesuai dengan namanya, tes ini akan berbeda satu sama lain sesuai dengan formasi masing-masing. Jadi, soal untuk dokter akan sangat berbeda dengan soal untuk guru.

Tak seperti TKD, contoh soal untuk TKB akan sangat susah ditemukan di internet, apalagi untuk mereka yang mengambil formasi Programmer Web. Duh! Aku searching sana sini tak menemukan hasil yang berarti. Akhirnya aku pasrah dan hanya belajar seadanya.

Jika ditanya apakah perlu belajar? Semua tergantung pada pribadi masing-masing. Aku termasuk orang yang malas belajar, apalagi untuk hapalan. Tapi semalas-malasnya aku, setidakseriusnya aku dalam belajar, aku akan tetap membaca materi. Semua itu semata-mata bukan agar aku menguasai materi, tapi untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa aku sudah belajar sehingga apapun hasilnya, aku akan menerimanya.
0

Tes Kompetensi Dasar (TKD) Menggunakan Sistem CAT (Computer Assisted Test)

Salah satu kebijakan Bapak Jokowi di awal jabatannya sebagai Presiden RI adalah adanya moratorium PNS yaitu penundaan/penghentian perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan biaya belanja pegawai semakin membengkak dan membuat APBN dan APBD kewalahan.

Jujur aku kecewa dengan kebijakan tersebut karena sedari awal aku ingin mendaftar CPNS setelah selesai kuliah S1. Sayangnya sebelum aku lulus, moratorium itu telah berlaku dan akan tetap berlaku hingga tahun 2019. Padahal aku ingin merasakan euforia dalam memperebutkan kursi PNS.

Seiring berjalannya waktu, karena lowongan PNS memang tidak dibuka, akhirnya aku memasukkan curriculum vitae (CV) ke portal-portal lowongan kerja seperti http://jobstreet.co.id/, http://www.jobs.id/, hingga menjadi anggota di http://ecc.ft.ugm.ac.id/. Beberapa kali aku mendapat undangan untuk mengikuti tes kerja. Tiga diantaranya aku ikuti prosesnya, namun karena masih belum jodohnya, maka selalu ada alasan untuk berhenti dan terhenti ke proses berikutnya.
2

Legalisir Ijasah dan Transkrip Nilai di Binus University

Setelah menempuh perjalanan panjang dan macet dari Bekasi ke Kebon Jeruk, akhirnya aku sampai di kampus.

Untuk mendapatkan legalisir ijasah dan transkrip nilai, kita bisa mengurusnya di Kampus Anggrek, tepatnya di LIM (Layanan Informasi Mahasiswa). Ruangannya tepat di belakang Library --lorong sebelah kiri Library lurus mentok kanan ada ruangan kaca. 

LIM Binus buka setiap hari Senin - Jumat (pukul 08.00 - 20.00) dan hari Sabtu (pukul 09.00 - 17.00). Agar bisa dilayani, kita diharuskan membawa Binusian Card dan jangan lupa mengambil nomor antrian.

Karena ini pengalaman pertamaku di LIM, aku sempat kebingungan bagaimana cara mengambil nomor antrian. Rupanya disana disediakan satu komputer khusus untuk mengambil nomor antrian. Kita cukup tempelkan Binusian Card ke alat (semacam scanner) sehingga NIM dan nama kita muncul di layar komputer. Setelah itu, kita pilih antrian;
1. Layanan Mahasiswa
2. Layanan Keuangan
3. Serah/Ambil Berkas
3

Perjalanan di Tengah Aksi 112

Untuk memenuhi kebutuhan administrasi, aku membutuhkan Ijazah dan Transkrip Nilai yang sudah ditandatangani pihak berwenang. Berhubung aku belum punya, maka aku harus mengurusnya di kampus, Binus University.

Aku tak punya waktu banyak. Tanggal yang tersisa hanya di tanggal 11 Februari 2017, bertepatan dengan aksi 112 yang dilakukan umat muslim. Malam itu aku berpikir keras, bagaimana aku harus menuju ke kampus. Jika naik motor dan lewat jalan yang biasa aku lewati, kemungkinan akan ditutup (apalagi jika aksinya sebesar aksi 212). Akupun mencari alternatif lain; commuter line (KRL).

"Dekat dengan Stasiun Sudirman kali ya?!" batinku. Dan setelah ku cek via aplikasi Gojek, ternyata memang tak jauh, hanya Rp. 8.000,- jika bayar menggunakan GO-PAY, jaraknya sekitar 10 km. Tapi rasanya masih kejauhan, mungkin ada stasiun yang lebih dekat. Aku pun googling.

Skenario Terbaik untuk Si Mac

Selalu ada alasan terbaik kenapa sesuatu itu terjadi, meski itu menyakitkan, membuat sesak dan menangis.
Kita boleh jadi tidak paham kenapa itu harus terjadi, kita juga mungkin tidak terima, tapi Tuhan selalu punya skenario terbaiknya.
Jadi, jalanilah dengan tulus. Besok lusa, semoga kita bisa melihatnya, dan tersenyum lapang. 
Quote dari Tere Liye di atas selalu ingin ku tanamkan baik-baik di kehidupanku. Apalagi untuk masalah yang ku hadapi saat ini, aku selalu berpikir "kenapa sih ini bisa terjadi?"

24 Januari 2017 kemarin aku melakukan jual beli di OLX dimana aku posisinya sebagai penjual. Segala kekhawatiranku mengenai transaksi COD untuk barang elektronik pun luntur karena semuanya berjalan lancar. Aku senang, pembeli happy. 
2

Shalat Jamaah Berdua dengan yang Bukan Mahram

Shalat jamaah berdua dengan yang bukan mahram, hukumnya haram kah?

Pertanyaan ini selalu menggelayuti pikiranku setiap kali aku sholat di kantor. Pasalnya beberapa waktu yang lalu, saat sholat di kantor, aku mengajak teman priaku untuk sholat berjamaah. Dia terlihat ragu-ragu 'emang boleh?'

Sebelumnya aku sudah pernah membaca artikel tentang "Hukum sholat berjamaah dengan PACAR adalah HARAM". Awalnya aku menyimpulkan hukum haram itu lebih kepada larangan untuk berdua-duaan. Tetapi, jika itu bukan pacar, apakah hukumnya akan haram juga?

Kerja Santai VS Kerja Sibuk

Semalam aku terlibat dalam percakapan ringan tapi berbobot, bersama dua orang yang dulu mewawancaraiku di tempatku bekerja sekarang. Percakapan kami berakhir ketika salah satu dari mereka bertanya,"Sekarang gini, dengan gaji yang sama, lu pilih kerjaan mana: (1) yang santai, let it flow atau (2) yang sibuk banyak kerjaan?"

Meski aku mengatakan bahwa aku memilih pilihan  pertama (1), tapi dari lubuk hatiku paling dalam aku memilih opsi kedua (2).

Mengapa?
2

Dia yang Pandai Bercerita

Beberapa waktu yang lalu aku mengaguminya. Dia sungguh hebat luar biasa. Aku sangat iri karena aku tak bisa melakukan apa yang bisa dia lakukan.

Aku tak perlu menyebut namanya. Yang jelas, aku dan dia sangat berbeda. Saking sedihnya aku karena tak bisa menyamainya, terkadang aku berpikir 'Mengapa Tuhan menciptakanku seperti ini?'

Bermula ketika dia mengangkat telepon dari seseorang. Dia bercerita panjang lebar dengan orang yang ada di seberang sana. Dia seakan tak kehabisan ide akan menceritakan apa saja ke orang tersebut.
3

5 Lagu GReeeeN Favorit

Tahun sudah berganti, namun playlist music di handphoneku masih sama. Aku masih menyukai GReeeeN, vocal grup asal Jepang yang beranggotakan 4 orang, yang juga berprofesi sebagai dokter gigi. Agar tidak mengganggu aktivitas mereka sebagai dokter, mereka pun menyembunyikan identitas mereka dengan tidak tampil di media apapun. Meski demikian, GReeeeN tetap diidolakan para penggemarnya (salah satunya aku) karena lagu-lagu mereka yang memang enak tuk didengar. 

GReeeeN sudah memulai debut mereka di tahun 2007 dan dari sekian banyak lagu mereka, inilah 5 lagu yang menjadi favoritku saat ini:

1. Akatsuki no Kimi ni (Kau Di Saat Fajar)


0

[Review] Kyaria〜Okiteyaburi no Keisatsu Shocho - Career~ Offbeat Chief Police

Pagi ini suasana hatiku sedang baik meski di luar sana langit sedang mendung. Penyebabnya sederhana, aku menemukan versi lengkap lagu Akatsuki no Kimi ni -GReeeeN. Hihihi.

Lagu ini menjadi alasan kenapa aku menonton drama berjudul "Kyaria〜Okiteyaburi no Keisatsu Shocho" yang diperankan oleh Hiroshi Tamaki. Sudah lama aku tak mendengarkan lagu baru dari GReeeeN dan bulan Oktober lalu dia meluncurkan single yang dijadikan OST dari drama tersebut. Selama drama itu ditayangkan, lagu tersebut belum bisa didengar seutuhnya (full version).
0

Pengalaman Pasang Iklan di OLX

Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan hadiah MacBook di acara Employee Day. Sedari awal aku memutuskan untuk menjualnya, untuk itu aku sengaja tak membukanya. Aku membuka kemasan luarnya saja hanya untuk melihat seberapa tipis MacBook itu dan seperangkat isinya apa saja. Aku tak menyalakannya karena takut harganya jatuh jika pernah dipakai. Lagipula aku bukan tipe orang yang terobsesi dengan barang-barang mewah, sehingga aku tak penasaran bagaimana isi dari si Mac.

Bulan November aku mencoba menjual MacBook yang aku punya di aplikasi OLX dengan memasang harga 11,5juta, asumsiku si Mac bisa terjual dengan harga 10jt. Tak lama dari pasang iklan, banyak yang menghubungiku untuk melakukan penawaran. Sayangnya, harga dari mereka tak memenuhi ekspektasiku. Ada yang bersedia bayar 10jt, tapi nggak jelas. Dia dari Tasikmalaya, minta ketemuan di Jakarta Pusat karena kebetulan dia akan pergi ke Jakarta. Eh, nggak tahunya dia malah ke Yogyakarta. Ya sudahlah, mungkin memang belum jodoh. Ada juga yang nawar 9jt, COD di Bogor. Duh jauh, lagipula aku belum rela lepas di angka 9, bagaimanapun juga aku baru memilikinya dan belum pernah ku nyalakan. Semakin kesini, masih ada yang menawar namun harganya begitu jauh, 7jt dengan alasan kantong pelajar.

Pada akhirnya, aku menonaktifkan iklanku di OLX. Lelah, tak ada yang sesuai dengan keinginanku. MacBook aku biarkan 'lumutan' di lemari.
0

[Review] Zannen na Otto - Disappointing Husband

Belakangan ini aku tak sedang ingin menonton film. Namun, berhubung akhir pekan terasa membosankan, aku membuka koleksi film yang ku punya. Ada drama berjudul "Zannen na Otto" yang sudah komplit ku download tapi belum ditonton. Awalnya tak menarik (mungkin karena memang sedang tidak mood untuk menonton), namun lama-kelamaan seru juga ceritanya.

Drama ini menceritakan kehidupan sepasang suami - istri dengan satu anak yang baru berusia 6 bulan. Adalah Yoichi Haruno (diperankan oleh Hiroshi Tamaki), pekerja kantoran berusia 35 tahun dan istrinya yang bernama Chisato, 28 tahun. Sebelum memiliki anak, kehidupan rumah tangga mereka baik-baik saja. Akan tetapi, setelah mereka dikaruniai seorang anak bernama Hana-chan, hubungan mereka mulai berubah. Yoichi merasa Chisato begitu dingin terhadapnya, tetapi dia tidak tahu mengapa.
Cover
0

Rumah Tanpa Ibu

Aku tinggal di rumah sebuah keluarga yang menyewakan satu kamar kosong untukku. Segala kebutuhanku terpenuhi disini, termasuk makan malam. Ibu kos selalu memasak untuk keluarganya dan juga untukku. Sering kali dia iseng untuk membuat makanan kecil seperti puding, donat, singkong coklat, dan semacamnya.

Akan tetapi, sudah seminggu ini Ibu kos tidak berada di rumah. Sejak Minggu tanggal 15 Januari, Ibu dan Bapak berada di Tangerang, menemani anak pertamanya yang sedang lahiran putra ketiganya. Jadilah aku seorang diri di rumah dan menyiapkan segalanya termasuk makan untuk diriku sendiri.

Minggu, 15 Jan - Aku tidak makan. Aku baru sampai rumah sekitar pukul 22.00 WIB sepulang dari Semarang.

Senin, 16 Jan - Aku membuat martabak mie (Bapak dan Ibu selalu meninggalkan persediaan mie instant dan telur jika meninggalkan rumah untuk beberapa hari).
0

One Day Trip in Semarang

Aku kembali mendapat kesempatan untuk berkeliling Semarang. Tempat-tempat yang terkenal di Semarang seperti Lawang Sewu dan Sam Poo Kong sudah pernah aku singgahi. Kali ini, aku punya waktu dua hari di Semarang setelah pulang kondangan dari Pati

Hari pertama, full mengunjungi beberapa tempat di Semarang selatan. Aku merangkumnya ke dalam One Day Trip in Semarang, tapi start Semarang, finish Semarang ya dan menggunakan kendaraan pribadi.

Aku bersama keempat temanku menyewa satu buah mobil untuk trip tersebut dan berikut beberapa tempat yang kami kunjungi dalam waktu satu hari.

Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Ford William I

Lokasi Benteng Pendem ini dekat dengan museum Kereta Api, atau dibelakang RSUD Ambarawa dan berada di Kompleks Lapas Kelas II Ambarawa.
4

Pernikahanmu di Pati

Ini kali kedua aku datang ke rumahmu. Tapi, berbeda dengan sebelumnya, aku kesana tak bersamamu. Aku datang bersama rombongan lain untuk menemuimu, mendoakan yang terbaik di hari pernikahanmu.

Pati. Itulah kota dimana kamu tinggal dan disanalah perhelatan akbar diadakan. Meski sudah diinfokan jauh-jauh hari kapan hari H itu akan datang, merencanakan perjalanan ke Pati adalah sesuatu yang ribet di sepanjang tahun ini. Mungkin karena aku terbiasa duet maut denganmu saat akan mengadakan perjalanan. Tapi sekarang giliranmu yang kami kunjungi. Aku harus mengatur perjalanan ini tanpamu. Meskipun pada akhirnya kau juga ikut ribet membantuku.

Banyak yang ingin hadir di pesta perkawinanmu dan banyak pula opsi yang bisa diambil untuk menuju Pati.
1. Sewa mobil dari Jakarta langsung menuju Pati
2. Naik bus dari Jakarta langsung menuju Pati
3. Naik kereta turun di Semarang, menuju Pati menggunakan bus umum atau sewa mobil
4. Naik pesawat turun di Semarang, menuju Pati menggunakan bus umum atau sewa mobil
2

Karena Hobi

"Itu menjawab pertanyaan lo, Mia." kata dia menjelaskan.

Aku kembali teringat pada salah satu postinganku di Instagram beberapa waktu yang lalu.
IG : zaitunhakimiah
Dan yang mengherankan, mengapa para cowok mengajak/mengijinkan temen ceweknya ikut dalam rombongan mereka?
0

Pelanggaran

Sudah baca Gn. Gede The Series? Pengalaman panjangku saat naik Gunung Gede. Di perjalanan itu aku telah melakukan dua pelanggaran. Pelanggaran yang ku maksud adalah melakukan sesuatu yang sedari awal aku tak menyukainya dan tak ingin aku lakukan. Tapi berhubung tak ada pilihan lain, maka mau tak mau aku harus melakukannya.

Apakah dua pelanggaran itu?

1. Pergi ke Puncak Naik Motor
Dulu saat kuliah, salah satu agenda tahunan yang biasa diadakan adalah acara Makrab (Malam Keakraban). Di tingkat II (tahun kedua kuliah), kami selalu mendapat tugas menjadi panita makrab. Salah satu bagian dari kepanitaan adalah surveyor yang bertugas mencari tempat dan memastikan tempat itu nyaman dan pas untuk kami mengadakan makrab. Biasanya, tempat yang sering digunakan makrab adalah salah satu villa di Puncak Bogor.
2

Gn. Gede The Series - Turun II

<< Cerita sebelumnya

Jalanan dari Kandang Badak menuju Cibodas kebanyakan bebatuan. Kami tak bisa lagi berpegangan pada ranting di sisi kanan dan kiri jalan. Meski demikian, kami harus tetap berjalan cepat. Aku tak ingin menambah hari lagi. Sore ini kami harus kembali ke Jakarta. 

Dengan di dampingi Bang Irul, kami para wanita berjalan di barisan depan. Sisanya di belakang dan akan bertemu di pos pemberhentian. Namun, hingga pos Kandang Batu kami belum berkumpul semua. Bahkan setelah kami tinggal untuk foto-foto pun, keempat orang yang lain belum terlihat.
Kandang Batu
Baiklah, kami tetap melanjutkan perjalanan. Nanti juga pasti bertemu kembali.
0

Gn. Gede The Series - Bermalam II

<< Cerita sebelumnya

"Kalau pas turun, kakinya jangan nahan. Lemesin aja. Ngerem pake tangan, pegangan ranting-ranting pohon." Entah kapan dia masuk ke barisan kami, tetiba Bang Irul memberikan petuahnya. "Tongkatnya buang aja itu." katanya padaku yang masih memegang tongkat sejak berangkat dari Surya Kencana.

Aku tidak mematuhi sarannya hingga aku bertemu pada turunan yang tidak memungkinkan aku memegang tongkat. Yasudahlah.

"Bang, kalau turun sampai Cibodas kira-kira berapa jam?"
"Normalnya sih 4 - 5 jam."

Aku mulai berhitung. Jika tadi dari puncak pukul 16.00 WIB, maka paling cepat sampai Cibodas pukul 20.00 WIB. Perjalanan Cibodas - Jakarta membutuhkan waktu 4 jam, berarti sampai rumah Bule pukul 24.00 WIB. Selanjutnya Jakarta - Bekasi memakan waktu 1 jam, sampai rumah berarti pukul 01.00 WIB di tanggal 28 Desember. Wow.
0

Gn. Gede The Series - Turun I

<< Cerita sebelumnya

27 Desember 2016
Seharusnya pagi ini aku masuk kerja karena aku sudah mengatakan bahwa aku tak akan mengambil cuti sampai akhir tahun. Tapi sudahlah, pada kenyataannya semalam aku tidur di dalam tenda dengan kedinginan. Seharusnya pagi ini aku melihat sunrise yang indah di Surya Kencana. Sayangnya itu hanya sebatas rencana.

Saat aku membuka mata, ku dengar rintikan hujan di luar sana. Sudah pasti sunrise tidak akan terlihat dari sudut manapun. Akhirnya aku tidur lagi.

Sekitar pukul 07.00 WIB suasana mulai riuh. Para pria-pria di luar sana mulai membangunkan kami yang belum bangun. Tubuh kami sudah menyatu dengan sleeping bag dan tak bisa terpisahkan. Tapi kami harus segera bangun. Hujan di luar sana sudah reda.

Satu per satu dari kami sudah keluar tenda. Ku lihat para pria sedang sibuk dengan nesting di hadapan mereka. Menu sarapan kita pagi ini adalah bubur kacang hijau dan spagheti. Kebayang nggak sih masak bubur kacang hijau di atas gunung? Rombongan ini benar-benar luar biasa.
0

Gn. Gede The Series - Bermalam I


Tujuh dari sepuluh orang sudah di Surya Kencana. Setelah leyeh-leyeh, selonjoran, dan foto-foto sampai puas, tiga orang yang dibelakang pun belum nampak juga.
7 orang di SurKen
Karena hari yang semakin sore, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kembali meninggalkan tiga orang dibelakang. Di Surya Kencana, dari tempat pertama kami temui hingga tempat mendirikan dibutuhkan perjalanan sekitar 45 menit. 
0

Gn. Gede The Series - Pendakian

<< Cerita sebelumnya

Kami bersepuluh berjalan beriringan. Tidak ada yang di ujung depan dan tidak ada yang tertinggal di belakang. Tak lupa kami berfoto bersama untuk menambah semangat.
full team
Perjalanan berlanjut. Barisan kami mulai berarakan. Di posisi depan ada Acil yang meski berjalan santai tapi konsisten, tak banyak berhenti. Disusul Amel yang penuh semangat. Meski ini pengalaman pertamanya, namun dia sangat kuat dan tidak terlihat kelelahan. Mungkin karena dulu dia anggota cheerleader saat SMA sehingga badannya sudah terbiasa. Di belakangnya ada aku dan Anggun yang jaraknya cukup jauh dari Acil dan Amel. Kami berdua sama, tiap jalan 5 langkah berhenti untuk ambil nafas. Tiap ada tanjakan selalu menghela nafas. Capek.
0

Gn. Gede The Series - Pemeriksaan SIMAKSI

<< Cerita sebelumnya

26 Desember 2016
Angkot yang membawa kami berjalan dengan lancar. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk menuju basecamp Gunung Putri. Kami sempat berhenti di pasar untuk membeli sayuran seperti bayam, kacang panjang, dan tauge.

Sesampainya di basecamp, kami mulai mempersiapkan diri, mengecek kembali segala perlengkapan. Yang ingin ke toilet, segera ke toilet. 

Sekilas aku melihat papan informasi, pendakian Gn. Gede via Gn. Putri hanya berjarak 6 km. Sekali lagi aku merasakan keraguan; bisakah aku sampai puncak? bagaimana jika keraguan ini justru membuatku celaka? tapi aku bisa apa sekarang? kembali ke Jakarta?

Setelah semua orang siap, dari basecamp kami menuju pos pemeriksaan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi). Pos ini tidak terlalu jauh dari basecamp tapi cukup membuatku kelelahan dan detak jantung mulai meningkat.
0

Gn. Gede The Series - Persiapan

<< Cerita sebelumnya

25 Desember 2016
Pukul 11.30 WIB aku berangkat menuju rumah Anggun. Disana Anggun sudah mempersiapkan semuanya, termasuk sleeping bag untukku. 

Sekitar pukul 12.00 WIB aku dan Anggun dengan mengendarai motor, berangkat menuju Cempaka Putih, rumah sepupu Anggun. Sesampainya disana, tak terlihat seorang pun. Tak nampak pula perlengkapan naik gunung. Kemanakah orang-orang? Bukannya kumpul jam 13.00 ?

Tak lama kemudian, datang Bule dan Amel, kakak beradik yang menjadi sepupunya Anggun. Mereka pulang dari mencari sandal gunung untuk Amel. 

Setelah berkenalan dengan kakak beradik itu, Amel menyiapkan tas dan peralatan yang akan dibawanya. Sementara itu, Bule justru pergi dengan Anggun. Aku ditinggal di kamar Amel bersama Amel yang bingung memilih baju yang akan dikenakannya.
0

Gn. Gede The Series - Rencana

24 Desember 2016
"Aku kira kamu pulang kampung!"
"Enggak." jawabku.
"Yaudah, ikut naik gunung aja yuk!"
"Naik gunung? Gunung apa?"
"Iya. Gunung Gede."
"Kapan?"
"Besok."
"HAAAA?? BESSOOOKKK!!!"
"Hahaha. Iya besok, tanggal 25 - 27. Nanti tanggal 27 kita cuti kerja."
"Heee... Sama siapa aja?"
"Sepupuku sama temen-temen Mapala-nya. Aku nemenin sepupuku soalnya dia cewek sendiri. Ayo ikut aja!"
"Tapi aku nggak ada persiapan apa-apa."
"Sama. Aku juga. Sepupuku yang cewek ini juga belum pernah naik gunung kok."
"Aku nggak ada sleeping bag."
"Ntar aku cari pinjeman."
Powered by Blogger.
Back to Top