Kucing

Thursday, February 24, 2011
Pagi ini ku dapati sesuatu yang aneh di depan kosku di jalan Jati VI. Saat itu waktu baru menunjukkan 4.36 pagi. Walau berat ku memaksakan diri membuka mata untuk segera menemui Dia yang Maha Kuasa. Ku bangkit dari tempat tidurku yang tidak empuk itu dan segera meraih gagang pintu yang diam tak seperti handphoneku yang berdering membangunkanku. Hingga sesuatu yang aneh itu hadir di depanku, membelalakkan mataku.
Rasa tak percaya bergelayut dalam pikiranku. Ada 3 sosok yang 2 diantaranya berwarna putih. Ku coba meraba salah satunya. Lembut dan halus. Tak ada  suara. Segera ku berlalu dari 3 makhluk itu karena ku takut aku kan telat menemuiNya.
Aneh. Sebenarnya tak aneh karena 3 makhluk bertulang itu adalah kucing. Tapi menurutku terasa aneh karena yang ku lihat itu adalah sebuah keluarga kucing. Sang bapak tiduran di bangku yang panjangnya lebih dari 1 meter. Sementara anak kucing yang sudah lumayan besar tengah tidur bersama induknya di keset depan pintu. Terlihat mesra dan bahagia.
kucing tidur
Dimana letak keanehannya? Selama ini kita selalu menganggap bahwa burung merpati adalah lambang kesetiaan. Seorang merpati jantan akan selalu setia pada merpati betina. Secantik apapun merpati betina lain, ia tak akan berpaling ke lain hati. Romantis ya? Sekarang berilah sedikit perhatian pada pemandangan yang ku lihat pagi ini. Induk kucing akan selalu melindungi anaknya. Namun, apakah kucing jantan, yang notabene adalah ayah dari sang anak, akan menemani sang induk? Ku rasa baru kali ini ku menemukannya. Dari yang ku amati selama aku hidup di dunia ini, beginilah pandanganku tentang kucing.
Jika kamu memelihara seekor kucing jantan, maka jangan harap ia akan selalu menjaga rumahmu hingga akhir hayatnya. Ketika beranjak dewasa dan mulai mengerti apa artinya cinta, ia akan pergi dari rumah untuk menemui gadis yang ia sukai, walau memang ia sesekali pulang untuk sekedar menengok apakah kotak makanannya terisi makanan atau tidak. Ada 1 hal yang patut kita contoh dari seekor kucing jantan saat ia mendekati gadis pujaannya. Ia begitu gigih dalam meraih cinta sang gadis. Ia rela bertarung dengan kucing lain, berusaha sekuat tenaga hanya untuk cinta sang gadis. Emm, tapi sepertinya lebih baik jangan tiru sifat si kucing jantan ini. Tak perlu bertarung apalagi hingga tumpah darah hanya karena memperebutkan 1 wanita idaman. Jodoh ditangan Tuhan. Satu lagi hal buruk dari seekor kucing jantan; ketika ia sudah mendapatkan apa yang diinginkan dari sang gadis ia akan bertarung lagi untuk memperebutkan gadis yang lain.
Jika kamu memelihara seekor kucing betina, maka siap-siaplah anggota keluargamu akan bertambah. Kucing betina tidak akan meninggalkan rumahmu apalagi setelah ia mempunyai anak. Sekali beranak, ia biasanya melahirkan 3 ekor kucing kecil yang lucu. Cukup mudah mengetahui kapan bayi-bayi kucing itu akan keluar dari rahim induknya.  Biasanya sang induk akan kebingungan mencari tempat. Waspadalah saat ia mulai membuka-buka lemari atau sekiranya ia merasakan kenyamanan di atas tempat tidurmu. Pencariannya pun diikuti dengan suara “meow” nya yang tak ada hentinya.

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.